
- Gambaran Umum
- Pertanyaan
- Produk Terkait
Deskripsi
Karakteristik peleburan suhu tinggi mengacu pada analisis dan pengujian karakteristik bahan-bahan seperti keramik, glasir, logam, solder, paduan, kaca, dan karbon dalam kondisi suhu tinggi, termasuk transisi dari fase padat ke cair serta karakteristik fase padat dan cair yang coexist. Analisis ini dapat menentukan parameter seperti titik lunak, suhu titik leleh, kecepatan peleburan, suhu fusi, suhu alir, sudut kontak, efek ekspansi, tegangan permukaan, dan viskositas teoritis dari bahan yang diuji. Dengan mengidentifikasi berbagai bentuk karakteristik dan suhu-suhu kritis, hal ini membantu mengoptimalkan proses produksi material.
Pengujicoba karakteristik peleburan suhu tinggi menggunakan teknologi tanpa kontak, melakukan analisis citra dengan memberikan perlakuan termal pada sampel yang meniru lingkungan proses industri. Alat ini secara otomatis mengidentifikasi suhu karakteristik dan data di berbagai wilayah, merekam seluruh proses perubahan keadaan sampel untuk memenuhi kebutuhan analisis komprehensif dalam pengembangan produk dan pengguna.
Pengujicoba karakteristik peleburan suhu tinggi menggunakan batang silikon molibdenum GM1800 sebagai elemen pemanas, termokopel tipe B untuk pengukuran suhu, modul kontrol suhu presisi tinggi untuk mengontrol laju pemanasan secara akurat, serta sistem akuisisi gambar industri untuk menangkap gambar dan menampilkannya pada monitor komputer. Sistem pencitraan digital dan fungsi pengenalan otomatis sepenuhnya menghilangkan gangguan manusia. Setelah percobaan selesai, laporan pengujian dapat dicetak yang mencakup informasi gambar dan suhu. Satu kali percobaan dapat secara bersamaan mengumpulkan dan menganalisis informasi gambar serta data untuk tiga sampel.
Analyzer karakteristik peleburan suhu tinggi dapat mencapai hal-hal berikut:
1. Mengukur dan merekam laju susut sintering material dalam kondisi tanpa sentuhan, serta menganalisis perubahan dimensi sampel, yaitu perubahan ketinggian, lebar, dan luas.
2. Pengukuran secara waktu nyata deformasi sampel berbentuk reguler atau tidak beraturan selama proses sintering;
3. Menentukan berbagai suhu karakteristik: titik sintering, titik pelunakan, suhu leleh, suhu hemispherical, suhu alir, dll.;
4. Membantu menganalisis perilaku basah antara lelehan dan substrat;
5. Menentukan proses sintering untuk keramik atau glasir;
6. Menganalisis deformasi suhu tinggi dari bahan inti;
EN
AR
BG
FR
DE
HI
IT
PL
PT
RU
ES
TL
IW
ID
UK
VI
TH
TR
FA
MS
UR
BN
KM
LO
PA
MY
KK

